Siaran Pers
Untuk Disiarkan Segera
14 April 2026
Contact@Uyghurstudy.org
Uyghurstudy.org
Center for Uyghur Studies (CUS) dengan bangga mengumumkan penerbitan edisi bahasa Melayu dari buku “Menace: China’s Colonization of the Islamic World and Uyghur Genocide”, berjudul “Bahaya dari Timur: Penjajahan China ke atas Dunia Islam dan Genosid Uyghur”, karya Direktur Eksekutif CUS Abdulhakim Idris yang pertama kali diterbitkan pada 2021. Tonggak penting ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kami untuk memperluas akses terhadap pengetahuan kritis tentang Uyghur dan kebijakan Tiongkok terhadap negara-negara mayoritas Muslim.
Dalam buku tersebut, Abdulhakim Idris mengurai secara mendalam dinamika geopolitik yang melingkupi isu Uyghur. Ia menyajikan konteks historis komprehensif tentang Turkistan Timur serta mendokumentasikan perjuangan rakyat Uyghur dalam mempertahankan iman dan eksistensi mereka di bawah kontrol total Partai Komunis Tiongkok (PKT). Idris juga menyoroti kontribusi besar Uyghur terhadap peradaban Islam, yang berbanding kontras dengan realitas tragis saat ini—sebuah bangsa yang justru ditinggalkan oleh dunia Muslim demi kepentingan ekonomi jangka pendek.
Setelah sukses dalam bahasa Turki, Inggris, Arab, dan Indonesia, buku penting ini kini hadir untuk pembaca berbahasa Melayu, sebagai sumber ilmiah sekaligus seruan moral.
Di Turkistan Timur (Xinjiang), genosida sistematis terhadap Muslim Uyghur terus berlangsung dengan intensitas yang terencana. Kejahatan terhadap kemanusiaan ini kerap direspons dengan sikap acuh tak acuh oleh komunitas global. Lebih memprihatinkan lagi, banyak negara mayoritas Muslim—yang terjerat dalam tekanan ekonomi dan diplomatik Beijing—tetap diam saat kebebasan beragama dan warisan budaya sesama Muslim dihancurkan.
Salah satu penyebab utama diamnya dunia Muslim adalah ketergantungan pada Belt and Road Initiative (BRI), instrumen utama hegemoni ekonomi Tiongkok. Hingga 2025, nilai keterlibatan global BRI mencapai sekitar $213 miliar, dengan banyak proyek berada di Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika—wilayah dengan populasi Muslim besar. Arus investasi ini sering berfungsi sebagai “diplomasi jebakan utang”, seperti yang terlihat dalam krisis Sri Lanka, memaksa negara penerima untuk tunduk secara geopolitik dan mengabaikan isu Uyghur demi keberlanjutan dukungan finansial.
Pengaruh Beijing juga meluas ke ranah diplomasi, termasuk dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang kerap digunakan untuk menyebarkan narasi resmi Tiongkok. Negara seperti Pakistan dan Iran, yang bergantung pada investasi Tiongkok, sering mendukung posisi Beijing di forum internasional. Pada 2022, sejumlah negara mayoritas Muslim bahkan memblokir pembahasan laporan penting PBB yang mengungkap bukti kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang. Ironisnya, sementara Islamofobia di Barat sering dikecam, penghancuran lebih dari 16.000 masjid di wilayah Uyghur justru diabaikan.
Pengaruh PKT juga menjangkau media dan keamanan dalam negeri negara-negara Muslim. Media yang berada di bawah pengaruh Beijing cenderung menyebarkan propaganda dibandingkan laporan faktual. Aktivitas advokasi Uyghur pun mulai ditekan. Pada 2024, kegiatan CUS di Indonesia diawasi aparat, publikasi buku sempat dihambat, dan upaya pembatasan perjalanan dilakukan terhadap perwakilan organisasi. Pola represi lintas negara ini diperkirakan akan meningkat, terutama di Asia Tenggara yang dianggap sebagai “halaman belakang” strategis Tiongkok. Sejak 2001, sekitar 300 Uyghur telah dipulangkan secara paksa dari negara mayoritas Muslim ke Tiongkok.
Penerbitan edisi Melayu ini menjadi langkah penting untuk menjangkau audiens di Malaysia. Melalui buku ini, CUS berharap dapat membekali mahasiswa, akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil dengan pemahaman lebih dalam tentang dimensi ideologis, politik, dan hak asasi manusia terkait genosida Uyghur serta ambisi geopolitik Tiongkok.
Publikasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan CUS dalam menghadirkan riset berkualitas tinggi dalam berbagai bahasa. Melalui inisiatif ini, CUS berupaya mendorong dialog yang lebih luas, meningkatkan kesadaran global, dan memperkuat advokasi berbasis prinsip untuk rakyat Uyghur.
Buku ini kini tersedia untuk dibaca dan diunduh melalui situs web berbahasa Melayu CUS di my.uyghurstudy.org.
Copyright Center for Uyghur Studies - All Rights Reserved