Pada 8 Maret 2026, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Center for Uyghur Studies (CUS) bersama OIC Youth Indonesia menggelar diskusi panel bertajuk “Global Human Rights Framework and the Protection of Muslim Women Against Religious Discrimination of Uyghurs.” Acara ini menghadirkan pembicara Uyghur dan Indonesia untuk membahas tantangan yang dihadapi Uyghur, khususnya perempuan Uyghur.
Direktur Eksekutif CUS, Abdulhakim Idris, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara, pembicara, dan peserta atas keterlibatan serta solidaritas mereka. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemuda dan masyarakat sipil Indonesia yang terus meningkatkan kesadaran tentang kondisi Uyghur dan mendukung hak asasi serta kebebasan beragama mereka, terutama di bulan Ramadan.
Panel ini menghadirkan Rushan Abbas, Direktur Eksekutif Campaign for Uyghurs, yang menyoroti penindasan berkelanjutan terhadap perempuan Uyghur di bawah kebijakan Partai Komunis Tiongkok. Ia menekankan isu-isu seperti pemisahan keluarga, penahanan massal, dan kebijakan pencegahan kelahiran yang bersifat koersif, serta pentingnya perhatian dan advokasi internasional yang berkelanjutan.
Akademisi Indonesia Imam Sopyan menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai situasi Uyghur, serta peran akademisi, masyarakat sipil, dan publik dalam menyuarakan penolakan terhadap penganiayaan agama terhadap Muslim Uyghur.
Sementara itu, Astrid Nadya, Presiden OIC Youth Indonesia, menekankan peran organisasi pemuda dan kerja sama internasional dalam mengadvokasi perlindungan perempuan Muslim yang menghadapi diskriminasi dan pelanggaran hak asasi manusia.
Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas situasi Uyghur, peran kerangka HAM internasional, serta upaya memperkuat kesadaran dan advokasi global.
Melalui inisiatif seperti diskusi panel ini, CUS terus bekerja sama dengan berbagai mitra di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran dan membangun solidaritas bagi rakyat Uyghur.
Copyright Center for Uyghur Studies - All Rights Reserved