• Washington DC
Follow Us:

Genosida Uyghur Dimulai dari Tragedi Urumqi

Abdulhakim Idris mengulas bagaimana kebijakan kolonial, represi negara, dan Tragedi Urumqi membuka jalan bagi terjadinya genosida terhadap Uyghur.

Peristiwa 5 Juli 2009 di Urumqi bukanlah pemberontakan etnis yang terjadi secara tiba-tiba, sebagaimana diklaim pemerintah Tiongkok. Peristiwa tersebut merupakan titik balik yang menentukan, ketika setengah abad rekayasa kolonial bertemu dengan aparat keamanan digital yang baru saja dikonsolidasikan.

Di pusat kekerasan struktural ini terdapat ketimpangan ekonomi yang diciptakan oleh Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) atau Bingtuan, yang memonopoli lahan subur dan sumber daya di Turkistan Timur, yang secara resmi oleh Tiongkok disebut sebagai Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang (XUAR).

Melalui sistem ini, masyarakat Uyghur kehilangan hak atas tanah air mereka sendiri dan dipaksa bekerja di berbagai pabrik di Tiongkok bagian timur melalui program “transfer tenaga kerja” yang bersifat koersif. Sementara itu, sistem pengawasan yang dikembangkan menjelang Olimpiade Beijing 2008 menyediakan infrastruktur teknologi untuk mengawasi secara ketat dan mengkriminalisasi masyarakat Uyghur.

Demonstrasi di Urumqi—yang dipicu oleh pembunuhan pekerja Uyghur di Shaoguan dan awalnya merupakan tuntutan damai untuk memperoleh keadilan—menjadi momen besar pertama ketika negara menerapkan doktrin keamanan tersebut dengan menggunakan kekuatan yang mematikan.

 

 

Post navigation

Copyright Center for Uyghur Studies - All Rights Reserved