Siaran Pers CUS
Untuk Segera Dipublikasikan
01 Juni 2026
Contact@uyghurstudy.org
Uyghurstudy.org
Center for Uyghur Studies (CUS) telah merilis laporan terbaru berjudul “Propaganda China di Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara”, yang mendokumentasikan bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjalankan operasi propaganda dan pengaruh yang terkoordinasi di seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Laporan ini mengungkap bagaimana media pemerintah Beijing, jaringan diplomatik, pengaruh ekonomi, dan program pertukaran budaya digunakan secara sistematis untuk membentuk ulang persepsi masyarakat di kawasan tersebut, membungkam kritik terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Tiongkok—khususnya terhadap Muslim Uyghur—serta mempromosikan narasi yang menguntungkan PKT.
Studi ini menemukan bahwa strategi propaganda Tiongkok di kawasan MENA tidak hanya bertujuan mempromosikan perdagangan atau hubungan diplomatik yang baik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya yang disengaja untuk menutupi rekam jejaknya terkait penahanan massal, pengawasan, kerja paksa, dan penindasan agama di tanah air Uyghur. Taktik yang digunakan meliputi siaran media pemerintah berbahasa Arab, perjanjian berbagi konten dengan media lokal, perekrutan influencer regional, manipulasi media sosial yang terkoordinasi, serta ekspor teknologi pengawasan Tiongkok. Operasi pengaruh ini diperkuat melalui jalur budaya dan pendidikan, seperti ekspansi cepat Institut Konfusius dan program beasiswa, serta dibingkai dengan tema anti-kolonialisme, non-intervensi, dan klaim solidaritas dengan dunia Muslim.
Laporan ini juga memaparkan sejumlah studi kasus yang menunjukkan bagaimana kedutaan besar Tiongkok, media pemerintah, dan jaringan daring terselubung bekerja secara terpadu untuk menyebarkan propaganda Tiongkok, sering kali bekerja sama dengan media propaganda Rusia dan Iran. Laporan tersebut memperingatkan bahwa upaya-upaya ini turut mempersempit ruang bagi jurnalisme independen di kawasan MENA, menciptakan “garis merah” baru dalam pemberitaan mengenai Tiongkok, dan meningkatkan dukungan publik terhadap narasi yang dibangun Beijing.
“Propaganda Tiongkok di Timur Tengah dan Afrika Utara sangat canggih, didanai dengan baik, dan semakin efektif dalam membentuk persepsi publik sambil menghapus kebenaran tentang Genosida Uyghur. Pada saat yang sama, Tiongkok juga membawa korupsi dalam skala besar ke kawasan MENA,” ujar Direktur Eksekutif Abdulhakim Idris. “Jika kekejaman terhadap Muslim Uyghur terus diabaikan di dunia Muslim, maka hal itu bukan hanya kegagalan diplomasi, tetapi juga pengkhianatan moral yang mendalam. Laporan ini merupakan seruan untuk bertindak bagi pemerintah, media, dan masyarakat sipil agar membela kebenaran dan keadilan.”
Laporan ini ditutup dengan serangkaian rekomendasi rinci untuk menghadapi pengaruh PKT, termasuk memperkuat jurnalisme investigatif, memperluas program literasi media, meningkatkan transparansi pada platform media sosial, serta mendukung media independen dan masyarakat sipil di seluruh kawasan MENA. Laporan ini juga menyerukan kepada pemerintah negara-negara di kawasan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan solidaritas, serta kepada mitra internasional untuk mengoordinasikan upaya dalam mengungkap dan melawan kampanye propaganda Beijing.
Laporan “Propaganda China di Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara” ini juga diterbitkan dalam bahasa Arab, dan bahasa Inggris, dan dapat dibaca serta diunduh melalui tautan berikut: Arab | Inggris
Skip to PDF contentCopyright Center for Uyghur Studies - All Rights Reserved