Pers Release
Untuk Disiarkan Segera
21 Maret 2026
Contact@Uyghurstudy.org
Uyghurstudy.org
Center for Uyghur Studies (CUS) menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 H/2026 kepada umat Muslim di seluruh dunia. Idulfitri adalah momen penuh kebahagiaan, syukur, dan refleksi setelah bulan suci Ramadan, ketika keluarga dan komunitas berkumpul untuk merayakan iman, kasih sayang, dan kedermawanan. Dalam kesempatan ini, CUS mendoakan kedamaian dan kebahagiaan bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Namun di saat yang sama, Idulfitri tahun ini datang ketika jutaan Muslim Uyghur di Turkistan Timur (Xinjiang) masih menghadapi pembatasan berat terhadap kehidupan agama dan budaya mereka di bawah kebijakan represif Partai Komunis Tiongkok (PKT). Bagi keluarga Uyghur, kebebasan menjalankan tradisi keagamaan masih sangat terbatas, dan banyak keluarga tetap terpisah akibat penahanan sewenang-wenang, pemenjaraan, serta program kerja paksa.
Ramadan tahun ini kembali menyoroti penganiayaan terhadap Muslim Uyghur. Laporan dan gambar yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan masih diawasi ketat, dengan Uyghur dilaporkan didorong atau bahkan diwajibkan mengikuti kegiatan siang hari selama Ramadan. Praktik ini sangat bertentangan dengan tradisi puasa umat Muslim dan memperkuat kekhawatiran bahwa kehidupan beragama di wilayah tersebut masih berada di bawah kontrol ketat negara.
Perkembangan terbaru juga mempertegas situasi ini. Kongres Rakyat Nasional Tiongkok telah mengesahkan undang-undang baru tentang “Persatuan Etnis” yang akan berlaku mulai 1 Juli. Meski diklaim untuk memperkuat persatuan nasional, ketentuan yang luas dalam undang-undang ini justru berpotensi semakin mengkriminalisasi ekspresi budaya dan agama Uyghur, serta memperdalam kebijakan asimilasi dan represi yang sudah ada.
Direktur Eksekutif Abdulhakim Idris menyatakan, “Idulfitri seharusnya menjadi perayaan iman, kebebasan, dan kebersamaan. Namun bagi Uyghur, Kazakh, dan Muslim Turkik lainnya, praktik dasar seperti berpuasa atau pergi ke masjid justru menjadi risiko. Bahkan ada laporan bahwa Muslim Uyghur dipaksa makan daging babi dan minum alkohol. Saat dunia merayakan Idulfitri, kita tidak boleh melupakan mereka yang tidak dapat menjalankan agamanya dengan bebas.”
CUS menyerukan kepada pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas Muslim di seluruh dunia untuk terus meningkatkan kesadaran tentang penindasan yang sedang berlangsung terhadap Muslim Uyghur, serta mendukung upaya perlindungan kebebasan beragama dan hak asasi manusia mereka. Di tengah perayaan Idulfitri, CUS mengajak untuk memperkuat solidaritas global bagi rakyat Uyghur dan terus menyuarakan keadilan, martabat, dan kebebasan berkeyakinan.
Copyright Center for Uyghur Studies - All Rights Reserved