Meninjau Ulang “Kemerdekaan” Indonesia dalam Isu Uyghur
By Ibrahim Abdulmajid (Peneliti dan pendidik asal Indonesia yang kini tengah menempuh PhD di bidang ilmu sosial) Pada bulan Agustus, bangsa Indonesia selalu merayakan Hari Kemerdekaannya. ...
View DetailsDaging Terpisah dari Kuku: Mengapa Organisasi Dunia Turkik Mengabaikan Uyghur
Oleh Abdulhakim Idris ...
View DetailsUndang-Undang Baru “Ethnic Unity” Tiongkok: Cetak Biru Hukum untuk Menghapus Budaya
Oleh Abdulhakim Idris Hari ini, 1 Juli 2026, Undang-Undang baru Tiongkok tentang ...
View DetailsMenghancurkan Budaya yang Hidup, Lalu Menjual Sisa-sisanya
Selama hampir satu dekade, kampanye pemerintah Tiongkok di Turkistan Timur (alias Xinjiang Uyghur Autonomous Region) tidak hanya menargetkan kehidupan, identitas keagamaan, dan kebebasan Uyghur, tetapi juga fondasi u...
View DetailsKepentingan dagang atau solidaritas keimanan? Soft power, dilema Indonesia, dan krisis Uyghur
Penulis: Kurniawan Arif Maspul dan Khaidir Hasram* Diamnya publik internasional terhadap isu Uyghur tidak muncul dari ruang hampa. Fenomena ini dibentuk oleh kalkulasi ekonomi, keragu-raguan diplomatik, dan dilema moral yang melampaui batas-batas ...
View DetailsDipisahkan Jauh dari Rumah: Bagaimana Sekolah Asrama Menghapus Anak Uyghur dari Akar Budayanya
Oleh Abdulhakim Idris Pertama kali Gulnisa menyadari ada sesuatu yang berubah, bukan dari wajah atau tubuh anaknya. Perubahan ...
View DetailsKetika Lagu Diperlakukan sebagai Alat Kejahatan: Pengetatan Represi Tiongkok terhadap Budaya Uyghur
Oleh Abdulhakim Idris Lagu bukan sekadar lagu. Di seluruh dunia, musik menghibur dan m...
View DetailsDirektur Eksekutif Pusat Studi Uyghur Angkat Suara di Forum Senat Amerika Serikat Mengenai Serangan PKT terhadap Kebebasan Beragama
Assalamualaikum, Halo semuanya, Nama saya Abdulhakim Idris dari Pusat Studi Uyghur. Hari ini, saya ingin memberikan pembaruan tentang salah satu tragedi hak asasi manusia terbesar di zaman kita: perang yang semakin intensif yang dilancarkan ...
View DetailsAmbisi Geopolitik Tiongkok dalam Konflik Uyghur di Xinjiang Keterkaitan antara Konflik Uyghur dengan Belt Road Initiative (BRI) Tiongkok
Etnis Uyghur merupakan etnis minoritas yang tinggal di wilayah barat laut Tiongkok, yakni Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang. Mayoritas etnis Uyghur memeluk agama islam, dan sangat taat kepada ajaran agama. Etnis Uyghur bersama dengan kelompok muslim di ...
View DetailsGlobal Dynamics: Tensions between Interests and Morals in the Uyghur Issue
Xinjiang, as the ancestral territory of the Uyghur ethnic minority, has increasingly become central to global discourses on geopolitical strategy, ideological divergence, and the evolving architecture Uyghur is a minority ethnic who live in Xinjia...
View DetailsMenimbang Perubahan Rezim Suriah : Harapan Baru bagi Etnis Uyghur
Hubungan antara Suriah dengan etnis Uyghur telah lama berlangsung kurang harmonis, pasalnya rezim Bashar Al-Assad selama ini tidak memberikan dukungan terhadap etnis Uyghur. Rezim Assad lebih mengedepankan hubungan diplomatik dengan Tiongkok, dibawah...
View DetailsDilarang Berpuasa: Perjuangan Uyghur untuk Kebebasan Beragama
Oleh Abdulhakim Idris Berpuasa selama bulan Ramadan bukan hanya sebuah kewajiban agama bagi umat Islam, namun juga merupakan sebuah tindakan iman, ketahanan, dan pengabdian. Sementara ...
View DetailsCopyright Center for Uyghur Studies - All Rights Reserved